Senin, 04 Januari 2010

STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan maka dibutuhkan sarana dan prasarana baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Teknik atau metode pembelajaran yang digunakan sangat menentukan hasil pembelajaran. Berikut ini adalah salah satu metode pembelajaran yang sering digunakan yaitu Quantum learning

1.Pegertian Quatum Learning
Quantum adalah sebuah temuan yang telah menyelamatkan kehidupan manusia dari sinar ultraviolet berbahaya. Quantum pertama kali ditemukan oleh Max Planck pada akhir abad ke-19. Beliau menemukan sebuah rumus fisika yang sahih yang dapat menanggulangi sinar ultraviolet berbahaya . Sejak saat itu istilah quantum banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan yang antara lain dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
Dalam proses pendidikan dan pembelajaran melahirkan istilah Quantum Learning atau Quantum Teaching. Istilah dan konsep Quantum teaching pertama kali dikembangkan oleh seorang guru pembelajaran benama Dr. Georgi Lozanov,pendidik asal Bulgaria. Beliau bereksprimen dengan suggestology. Prinsipnya , sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar.
Kata Quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Dari pengertian tersebut dalam proses pembelajaran , Quantum Teaching berarti menciptakan lingkungan yang efektif , dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yng terjadi di dalam kelas. Apabila ini diterapkan,maka guru akan lebih mencintai dan lebih berhasil dalam memberikan materiserta lebih dicintai oleh anak didiknya karena guru mengoptimalkan berbagi metode.
Dalam Quantum teaching terdapat istilah ”bawalah dunia mereka dalam dunia kita dan hantarkan dunia kita ke dunia mereka”. Hal ini menujukan betapa pengajaran dengan Quantum teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa ,tetapi siswa juga diajarkan bagaiman menciptakan hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar. Dalam dunia Fisika persamaan Quantum adalah E= m.c². Dalam Quantum teaching diibaratkan mengikuti persamaan dalam fisika quatum, yaitu:

E = m.c²
E= Enegi ( antusiasme , efektifvitas belajar mengajar , semangat)
M= massa ( semua individu yang terlibat ,situasi , materi dan fisik)
C= interaksi ( hubungan yang tercipta di kelas)
Berdasarkan persamaan diatas dapat dipahami bahwa interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar peserta didik.

2. Asas Utama Quantum Teaching .
Quantum Teaching bersandar pada pada konsep ”bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksudnya pentingnya bagi seorang pengajar untuk memasuki dunia murid sebagai langkah pertama . Untuk mendapatkan hak mengajar secara formal seorang guru atau pengajar harus membangun jembatan autentik memasuki dunia murid. Sertipikat mengajar dan dokumen yang mengizinkan yang mengizinkan mengajar atau melatih hanya berarti bahwa seorag penganjar hanya memiliki wewenang untuk mengajar. Hal ini tidak berarti bahwa seorang pengajar mempunyai hak untuk mengajar. Hak mengajar adalah hak yang harus diraih dan diberikan oleh seorang siswa, bukan dari Departemen Pendidikan.
Dilihat dari definisinya bahwa belajr itu adalah kegiatan full contact, dengan kata lain belajar itu melibatkan semua aspek kepribadian manusia baik pikiran ,perasaan , dan bahasa tubuh disamping pengetahuan ,sikap , dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa depan. Dengan demikian, karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan , hak untuk memudahkan belajr tersebut harus diberikan oleh seorang pelajar dan diraih oleh guru atau pengajar.
Dalam Quantum Learning seorang pengajar atau guru harus mampu memasuki dunia muridnya , karena tindakan ini akan memberi izin bagi seorang pengajar atau guru untuk memimpin ,menuntundan memudahkan perjalana mereka menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Untuk memasuki dunia mereka dalah dengan cara mengaitkan ap yang diajarkan dengan sebuah peristiwa , pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan dirumah , lingkungan sosial, atletik,musi ,seni ,rekreasi dan akademis mereka.Setelah kaitan itu terbentu baru dapat membawa mereka ke dalam dunia guru dan memberi mereka pemahaman tentang isi dunia guru. Dan disini kemudian baru seorang guru membeberkan segala bentuk materi pelajaran serta menjelajahi kaitan dan interaksi, baiik siswa atau guru akan mendapatkan pemahaman baru dan dunia kita diperluas mencakup tidak hanya para siswa ,tetapi juga guru.Akhirnya siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari kedalam dunia mereka dan menerapkan pada situasi baru.

3. Prinsip Quantum Teaching
Supaya hasil pembelajaran yang dicapai dapat maksimal dengan menggunakan Quantum Teaching , maka yang ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan , yaitu:
1. Segalanya berbicara , lingkungan kelas , bahasa tubuh dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.
2. Segalanya bertujuan , siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang diajarkan.
3. Pengalaman sebelum pemberian nama , Otak berkembang pesat dengan adanya rangsangan komplek yang menggerakan rasa ingin tahu. Oleh karena itu ,proses belajar paling baik terjadi ketika siswa tlah mengalami imformasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
4. Akui setiap usaha, menghargai saha siswa sekecil apapun, Belajar mengandung resiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat mengambil langkah ini siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka .
5. Jika sesuatu layak untuk dipelajari, maka layak pula untuk dirayakan. Kita harus memberi pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita. Misalnya saja dengan bertepuk tangan ,berkata baik !,bagus! dan lain – lain.
Seiring perjalanan waktu ,dunia pendidikan akan semakin maju kedepannya. Belajar dengan metode Quantum teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat siswa untuk terus belajar dengan semangat. Apalagi proses belajar dengan Quantum teching tidak kaku.

4. Model Quantum Teaching
Model Quantum teaching adalah menggabungkan banyak unsur menjadi faktor dalam proses belajar. Unsur – unsur tersebut dapat dibagi menjadi dua :
1. Konteks (context) adalah latar untuk pengalaman anda . Konteks merupakan keakraban ruang kelas/belajar itu sendiri(lingkungan ) , semangat guru dan siswa( suasana) , keseimbangan pedoman belajar dengan guru dan siswa (landasan) , saling memberi imformasi yang berakaitan tentang materi yang diajarakan antara guru denagn siswa (rancangan). Apabila unsur diatas terpadu maka akan menciptakan pengalaman belajar secara menyeluruh.
Konteks dalam menata proses belajar ada empat aspek:
a. Lingkungan adalah cara anda untuk menata ruang kelas. Pengaturan dilakukan pada interior dan eksterior kelas, mulai dari pengaturan tata letak meja kursi ,pencahayaan , penganturan tanaman dan lain – lain
• Lingkungan sekeliling adalah lingkungan yang ada disekeliling membantu daya ingat misalnya seperti gambar,poster ,kata – kata dan patung.
• Alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu gagasan . seperti boneka untuk mewakili tokoh dalam karya seni, miniatur bangun ruang untuk membantu dalam belajar matamatika dan bentuk lain.
• Pengaturan bangku. Pengaturan tempat duduk disesuaikan dengan interaksi yang dilaukan . misalnya bentuk lingkaran untuk belajar kelompok.
• Tumbuhan ,aroma ,hewan peliharaandan unsur organik lainnya. Dengan menempatkan benda – benda tersebut disekitar tempat belajar maka akan dapat menenangkan dan mengeluarkan sipat penyayang ,aroma memicu respon seperti ketenangan, depresi, kecemasan , kelaparan dan seksualitas.
• Musik, bisa digunakan untuk menata suasana hati , mengubah keadaan mental siswa dan mendukung lingkungan belajar.
b. Suasana adalah suasana kelas mencakup bahsa yang dipilih , cara menjalin rasa simpati dengan siswa dan sikap guru terhadap sekolah dan belajar. Suasana belajar yang penuh kegembiraan maka akan membawa kegembiraan pula dalam belajar.
c. Landasan adalah kerangka kerja ,tujuan , prinsip , keyakinan , kesepakatan ,kebijakan , prosedur dan aturan bersama yang memberi guru dan siswa sebuah pedoman untuk bekerja dalam kumuntas belajar.
• Tujuan , dikelas tujuan yang sam bagi seluruh siswa aalah mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran menajdi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi sebagai suatu tim ,serta mengembangkan ketrampilan lain yang dianggap penting.
• Prinsip adalah gambaran tentang cara yang dipilih oleh para anggotanya dalam menjalani proses kehidupan. Prinsip ini mirip dengan kesadaran bersama yang akan menuntun prilaku dan membantu tumbuhnya lingkungan yang saling mempercayai dan mendukung. Agar prinsip melekat setiap orang dikelas harus setuju bahwa prisip tersebut penting dan harus dijunjung tinggi
Berikut ini ada delapan prinsip Quantum teaching yang biasa disebut dengan delapan kunci keunggulan:
1. Integritas , beersikaplah jujur,tulus , dan menyeluruh, Aelaraskan nilai – nilai dengan prilaku anda
2. Kegagalan awal dari kesuksesan , pahamilah bahwa kegagalan hanyalah membeeri imformasi yang anda butuhkan untuk sukses . Kegagalan itu tidak ada yang hanya hasil dan umpan balik. Semuanya dapat bermamfaat jika anda tahu untuk menemuakan hikmahnya .
3. Bicaralah dengan niat baik, berbicara dengan pengertian positip dan bertanggung jawab untuk komunikasi yang jujur dan lurus . Hindarilah gosip dan komunikasi berbahaya.
4. Hidup disaat ini ,pusatkan perhatian anda pada saat sekarang ini, dan mamfaatkan sebaik-baiknya. Kerjakan setiap tugas sebaik mungkin.
5. Komitmen penuhi janji dan kewajiban anda ,laksanakan visi anda dan lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan anda.
6. Tanggung jawab , bertanggung jawab atas tindakan anda
7. Sikap luwes atau fleksibel , bersikaplah terbuka atas perubahan dan pendekatan bar yang dapat membantu anda memperoleh hasil yang diinginkan
8. Keseimbangan, jaga keselarasan pikiran ,tubuh, dan jiwa anda . Sisihkan waktu untuk
Mengajarkan delapan kunci keunggulan kepada siswa , bisa dengan cara memberikan teladan untuk prilaku yang ingin anda lihat pada siswa .
• Keyakinan, ykinlah dengan kemampuanmengajar dan kemampuan siswa belajar .Bertindak seolah –olah menjadi guru terhebat didunia dengan bersikap penuh percaya diri. Suatu saat guru akan percya dengan kemampuannya sendiri.
• Kesepakatan ,lebih formal daripada peraturan dan merupakan daftar cara sederhan dan konkrit untuk melancarkan jalannya pelajaran.
• Kebijakan ,mendukung tujuan komunitas belajar dan menjelaskan urutan tindakan untuk situasi tertentu
• Prosedur , memberi tahu siswa apa yang diharapkan dan tindakan apa yang diambil
• Peraturan , lebih ketat daripada kesepakatan atau kebijakan .Melanggar peraturan harus menimbulkan konsekuensi yang jelas
d. Rancangan adalah penciptaan terarah unsur –unsur penting yang bisa menumbuhkan minat siswa , mendalami makna dan memperbaiki postur tukar menukar imformasi
Kerangka rancangan belajar Quantum learning dengan metode TANDUR
a. Tumbuhkan
Mamfaatkan kehidupan pelajar dengan menyertakan diri mereka serta tumbuhkan minat mereka dengan memuaskan apa mamfaat baginya dan meyertakan pertayaan – pertanyaan ,pantomine , lakon pendek dan lucu ,drama ,video atau cerita. Dalam buku Quantum Teaching dijelaskan kunci kelucuan sebuah lelucon , jika suatu lelucon itu lucu maka kita akan termotivasi untuk mendengarkanya. Karena itu dengan menambahkan sedikit humor dalam proses belajar akan menumbuhkan minat siswa untuk belajar dengan cepat dan mudah.
b. Alami
Ciptakan atau datngkan pengalaman umum yang dapat dimengerti oleh semua pelajar. Unsur ini memberikan pengalaman kepada siswa dan memamfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah. Penagalaman membuat anda dapat mengajar dengan mudah dan cepat dengan memamfaatkan pengetahuan dan keingintahuan yang mereka miliki.
c. Namai
Sediakan kata kunci, konsep,model , rumus dan strategi sebagai suatu imformasi. Penamaan memuaskan hasrat otak untuk memberikan identitas , mengurutkan dan medefinisikan . Penamaan dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, ketrampilan berpikir dan strategi belajar. Misalkan dengan menggunakan susunan gambar dan poster di dinding ,dari situ guru membuat mereka penasaran dan penuh pertanyaan mengenai pengalaman mereka.


d. Demontrasikan
Sediakan kesempatan bagi pelajar bahwa mereka tahu, misalkan dengan sandiwara, video, permainan , lagu ,rap atau penjabaran dalam grafik. Kemudian kaitkan pengalaman dan nama dengan cara menunjukan dan melakukan.
e. Ulangi
Tunjukan pelajar cara – cara mengulang materi dan menegaskan , pengulangan memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka. Misalnya dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajarkan pengetauannya kepada orang lain.
f. Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian ,partisipasi dan pemrolean ketrampilan serta ilmu pengetahuan. Perayaan memberi rasa rampung dengan menghoramti usaha, ketekunan dan kesuksesan. Misalnya dengan pujian, bernyanyi, tepuk tangan dan lain-lain.
Jika keempat aspek ini ditata dengan cermat , suatu keeajaiban akan terjadi . Konteks itu sendiri benar – benar menciptakan rasa saling memiliki ,yang kemudian akan meningkatkan rasa memiliki dan penghargaan. Kelas akan menjadi komunitas belajar , tempat yang dituju para siswa dengan senang hati bukan karena keterpaksaan.
2. Isi (Content)
Dalam prose pembelajaran isi menyangkut materi ,cara penyajian serta memamfaatkan setian bakat dan potensi yang dimiliki oleh para siswa.
a. Presentasi
Merupakan bagian dari kurikulum yang ringkas dan bergairah, anggun tapi menarik, penyaji yang piawai, baik seorang guru atau penceramah motivassional , memiliki strategi dan teknik yang jelas untuk memastikan bahwa sajian mereka memiliki dampak.
Guru merupakan salah satu factor yang paling berpengaruh dalam kesuksesan siswa sebagai pelajar . Berikut adalah empat komunukasi ampuh ,yaitu
• Munculkan kesan, memamfaatkan kemampuan otak untuk menyediakan asosiasi yang kaya, Susunlah perkataan yang menimbulkan citra yang dapat memacu belajar siswa.
• Arahkan fokus, memamfaatkan kemampuan otak yang mampu memilih dari banyaknya input indrawi ddan memusatkan perhatian otak, maksudnya seorang guru harus bisa memusatkan perhatian siswa pada bahasan yang seorang guru bahas.
• Inklusif( bersipat mengajak), dalam perkataan seorang guru harus menimbulan asosiasi yang positip. Perubahan sederhana dalam komunikasi dapat meningkatkan hubungan yang menyeluruh terhadap orang yang diajak.
• Spesifik (bersipat tepat sasaran), katakan apa yang ingin dikatakan dengan kejelasan sebanyak mungkin dan jumlah kata yang sedikit mungkin
b. Fasilitas
Dengan memfasilitasi keadaan siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami , berpartisipasi,berfokus dan menyerap imformasi. Dengan metode K.E.G membantu membungkus dan menyampaikan penghargaan guru kepada siswa
• Know it (ketahui hasilnya) , pahamilah yang anda sampaikan, rupa (tabel yang berisi tiga faktor untuk kejadian dan akibatnya ) , bunyi (siswa salin berdiskusi melengkapi tabel) , rasa hasil (siswa dengan tenang pergi kerak buku untuk mencari imformasi ) ,sejauh mana guru mengetahui rupa ,bunyi dan rasa hasil, guru dapat mengkomunikasikan dengan jelas dan mendapat hasil yang diinginkan .
• Explain it (jelaskan hasilnya ) Setelah mengetahui dengan jelas tentang rupa ,bunyi dan rasa hasil ,kemudian jelaskan pada sisw atentang hasil itu ,beberkan secara terbuka ,gunakan rumus yang spesifik.
• Get it (dapatkan hasilnya ) perhatikan dan denganrkan siswa memulai ,jika tidak mematuhi beri tahu mereka dan beri umpan balik, hentikan sesaat dan katakan mutu pekerjaan mereka lebih baik lagi katakn perbaikan yang perlu lakukan ,lalu lanjutkan kembali.
Menciptakan strategi berfikir ,menyingkapkan bagaiman siswa mencapai suatu jawaban dan mendukung waktu befikir. Misalnya dengan melontarkan pertanyaan memberikan kesempatan kepada kita untuk menghargai dan mengakui partisifasi dan pengambilan resiko siswa .atau dengan memberi guru kesempatan untuk mengasah dan membuka pikiran siswa ,gerakan pikiran mereka hingga memproleh jawaban.

c . Ketrampilan Belajar
Dengan ketrampilan belajar yang tepat , semua siswa dapat memahami sebagian besar imformasi dalam waktu yang guru perlukan untuk menjelaskan
Ada lima ke trampilan untuk merangsang belajar:
a. Konsentrasi terfokus
b. Cara mencatat
c. Organisasi dan persiapan tes
d. Membaca cepat
e. Tekhnik mengingat
d. Ketrampilan Hidup
Merupakan kemampuan guru untuk mengorkestrasi ketulusan dan keefektifan siswa melalui ketrampilan pribadi , dikenal pula dengan sebutan ketrampilan hidup ,ketrampilan sosial, kemampuan ini memperdayakan setiap orang untuk membina dan memelihara hubungan dengan orang lain

5. Penerapan Quantum Teaching Dalam Pembelajaran

Dengan mengaitkan emosi siswa dengan guru, setelah mengucapkan salam pada pembelajaran hari pertama tahun pelajaran baru, masuki dunia siswa dengan perkenalan yang bergairah dan penuh ras empati. Selain perkenalan nama siswa dan guru ,juga perkenalan hobi,lagu favorit ,buku favorit dan hal lainnya pun dapat diapresiasikan. Pada kesempatan ini segenap jiwa dan raga guru sedapat mungkin diposisikan sebagai teman bagi siswa. Pada proses pembelajaran sehari – hari ,masuki dunia siswa dengan mencoba membuka kegiatan pembelajarandengan megaitkan materi pembelajaran yang sudah atau yang akan dikaji, dengan pengalaman dan kehidupannya.Apabila hal tersebut dilakukan setiap tatap muka maka senantiasa akan terbentuk ikatan emosi antara guru dengan siswa.

Apabila ikatn emosi antara siswa dan guru telah terjalin, saatnya bagi seorang guru untuk membawa siswa ke dunia guru. Apapun materi yang disajikan dan dieksplorasi akan lebih mudah dipahamui siswa. Dengan demikian pembelajaran akan melibatkan seluruh aspek kejiwaan siswa dan guru,sehingga semua materi yang dipelajari akan dirasakan kebermaknaannya oleh siswa dan guru juga akan semakin berkembang wawasan serta pengalamannya melalui proses diatas.

Untuk suasana dalam belajar ,biasanya jumlah siswa per kelas sebanyak 30 orang untuk ukuran Indonesia yang penduduknya lebih melimpah dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada. Karena itu diperlukan suasana kelas yang menyenangkan dan santai. Menyenangkan berarti suasana kelas yang penuh diliputi dengan nuansa demokrasi , yaitu siswa bebas menyampaikan gagasan dan pendapat.

Dalam suasana belajar sehari – hari siswa tidak diliputi oleh ras takut dalam menyampaikan pertanyaan . Demikian juga guru dalam menanggapi pertanyaan siswa senantiasa dengan gaya dan bahasa yang penuh motivasi dan empati. Dalam menjawab pertanyaan dari siswa tidak langsung menyatakan salah atau benar melainkan dengan melibatkan siswa lainnya untuk berusaha menjawab pertanyaan kawannya .

Suasana pembelajaran yang santai dapat diciptakan bila seorang guru menyadari bahwa materi- materi pelajaran yang dipelajari akan melekat lebih lama melekat dalam otak siswa bila suasana pembelajaran tidak kaku dan tidak serba prosedural.Lagi pula materi akan lebih bermakna bagi anak apabila suasana belajar lebih santai dan menyenangkan.

Dalam suasana santai proses pembelajaran akan berlangsung lebih lama karena materi yang disajikan akan bersentuhan dengan pengetahuan siswa. Juga proses pengeksplorasi materi pembelajaran menjadi lebih mendalam. Dalam suasana demikian refleksi akan menjadi bagian kedalam pembelajaran.

Dengan tercipta kaitan emosi antara siswa dan guru , siswa dan siswa, hasil pembelajaran akan menjadi lebih mendalam dan bermakna. Pembelajaran tidak sebatas belajar tentang atau belajar tetapi melainkan juga belajar menjadi.(Harefa, 2004: 23). Keterlibatan emosi lebih nyata dalam pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran yang melibatkan inner –self sampai ketahapan belajar menjadi. Apabila guru sudah melangkah sampai ke pembelajaran menjadi, siswa akan terbiasa menyelesaikan tugas –tugas yang diberikan sekolah. Sehingga saat tes siswa tidak akan belajar terlalu keras untuk persiapan tes, karena dalam dirinya sudah tertanam kemampuan memotivasi diri, independen dan percaya diri. Siswa akan terbiasa seimbang dalam berpikir kreatif, analisi, dan praktis .

Selain mengembangkan kebiasaan bersosialisasi dalam membentuk komunitas belajar,guru diharapkan mengajar penuh kreatifitas ,inovasi dan mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa untuk menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan santai.

Pendekatan belajar Quantum teaching telah dicoba diadopsi dalam strategi pembelajaran di Indonesia berdasarkan UU RI / 2003 , PP RI No. 19/ 2005 dan Permen Diknas RI No. 41 / 2007 ditetapkan standar pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.


DISUSUN OLEH : I MADE SUPARSA/ 5315077616

STANDAR PENILAIAN

Salah satu isi dari standar penilaian adalah metode yang digunakan dalam menilai hasil belajar siswa. Secara umum ada dua metoda/ acuan yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa yaitu penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan
Apabila kita melakukan pengukuran atau penilaian berarti kita membandingkan . Dalam membandingkan berarti membutuhkan pembanding. Dalam dunia pendidikan ada dua pendekatan yang digunakan sebagai pembanding, yaitu penilaian acuan norma atau PAN (norm referenced evaluation) dan penilaian acuan patokan.atau PAP (criterion refrenced evaluation)

a.. Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian acuan norma adalah penilaian yang dilakukan dengan membandingkan hasil belajar seorang siswa dengan siswa lainnya dalam suatu kelas. Penilaian jenis ini bersipat relatif karena yang dipakai relative atau tergantung tingkat kemampuan kelas secara keseluruhan ,yaitu angka rata- rata dan simpangan baku kurva penyebaran kelas tersebut. Nilai yang sama dari kelas yang berbeda memiliki arti yang berbeda.
Maksud dari penjelasan diatas adalah misalkan dalam suatu kelas ada sekelompok pelajar pandai sekali ,maka dengan pendekatan PAN selalu saja ada siswa yang mendapatkan nilai rendah walaupun kemampuan mereka cukup memuaskan dan selalu ada siswa yang mendapat nilai dibawah rata-rata. Apabila tingkat kemampuan sekelompok pelajar secara keseluruhan rendah maka dengan pendekatan PAN , siswa dengan kemampuan rendah dapat saja memproleh nilai yang memuaskan atau lulus bila ia berada diatas rata – rata.
Berikut ini adalah contoh tabel penilaian acuan norma

Banyaknya pelajar Nilai
10 % teratas
20% dibawahnya
40% dibawanya
20% dibawahnya lagi
10% terbawah A
B
C
D
E

Setelah angka mentah terkumpul ,maka disusun dalam table penyebaran lalu ditentukan banyaknya pelajar yang akan diberi nilai tertentu.
Pedoman seperti diatas ditetapkan oleh universitas atau institute pendidikan bersangkutan ,atau oleh laboratorium bila ditentukan secara umum.

b. Penilaian acuan patokan (PAP)
Apabila seorang pelajar atau panitia evaluasi yang menganggap bahwa pelajar harus mempunyai suatu tingkat kemampuan tertentu dan evaluasi dilakukan sesuai dengan patokan yang telah ditentukan ,maka kita memakai PAP. Patokan atau batas lulus itu dikatakan absolute karena telah ditetapkan sebelum penilaian atau evaluasi dilaksanaan.
Patokan ini dapat dipakai untuk kelompok pelajar yang berbeda – beda yang mendapat pengalaman belajar yang sama. Dengan PAP , nilai yang diperoleh dari waktu kewaktu dalam kelompok yang sama atau kelompok yang berbeda ,mempunyai arti yang sama. Menetapkan patokan yang benar – benar tuntas sangat sulit dilakukan dan penetapan batas lulus merupakan hal yang pokok dalam PAP.Sebelum pelajaran dimulai ,pelajar harus telah menentukan batas kompetensi minimum dan maksimum yang harus tercapai. Dan nilai akhir ditentukan berdasarkan seberapa jauh pelajar menguasai kompetensi minimum itu. Berikut ini merupakan contoh penilaian acuan patokan .

Tabel . 1.4 : Penilaian acuan patokan (PAP)
( Ditjen Pendidikan Tinggi , Dep.P dan K, 1980)

Derajat penguasaan Nilai akhir
90% - 100%
80% - 89%
65% - 79 %
55% - 64%
Kurang dari 55% A
B
C
D
E

Penggunaan pedoman ini sangat mudah dan tidak perlu perhitungan statistik. Jika kompetensi atau batas lulus yang harus dicapai oleh pelajar telah ditetapkan dengan tuntas dan jika penilaian dan pengukuran yang akan dipakai memang betul – betul dapat mengukur taraf kemampuan penguasaan kompetensi yang diharuskan itu, maka angka mentah yang telah dikonversikan ke angka 0 – 100 dapat langsung diberi nilai huruf sesuai dengan pedoman.

MASALAH – MASALAH POKOK DALAM PENILAIAN PENDIDIKAN


Sampai dengan tahun 70-an para pengajar atau para instruktur menghadapi hal penilaian dan pengukuran pendidikan tidak secara sungguh – sungguh. Pendididkan dibiarkan berdiri sendiri dan tidak ada tuntutan untuk disusun suatu evaluasi yang memenuhi syarat secara alamiah. Hal ini mungkin karena kesukaran tertentu ,antara lain:
1. Tidak adanya konsep kerangka evaluasi yang cocok.
2. Pada umumnya tidak ada penetapan tujuan pendidikan yang tepat
3. Kesukaran – kesukaran yang biasanya terdapat dalam semua bentuk pengukuran pendidikan.
4. Sistem pendidikan yang kurang memungkinkan suatu penanganan evaluasi yang baik

Cara evaluasi tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Evaluasi berarti berusaha menentukan seberapa jauh tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh para pengajar . Bila tidak ada patokan dalam pengukuran, maka sukar untuk melakukan evaluasi yang sesuai. Mungkin hanya tergantung pada perkiraan atau selera pengajar..
Dalam melakukan penilaian, ranah kognitif merupakan yang paling mudah untuk mudah untuk dinilai tujuannya sehingga banyak alat ukur yang dapat dikembangkan.

DISUSUN OLEH : I MADE SUPARSA / 5315077616

STANDAR ISI

Standar kompetensi disusun berdasarkan kurikulum, sedangakan kurikulum disusun berdasarkan standar isi dalam 8 standar pendidikan nasional, berikut ini adalah cara menyusun standar kompetensi

1. Standar kompetensi

Acuan yang digunakan untuk melaksanakan pendidikan dan memantau perkembangan mutu pendidikan yaitu standar kompetensi. Standar kompetensi merupakan batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam suatu mata ajar tertentu. Dengan demikian standar kompetensi dapat diartikan sebagai pernyataan tentang pengetahuan , ketrampilan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan mampu di capai dalam suatu mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut ,standar kompetensi mempunyai dua aspek antara lain standar isi dan standar kinerja. Standar kompetensi menyangkut aspek isi berupa pernyataan tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dikuasai siswa dalam mempelajari mata ajar tertentu. Sedangkan standar kompetensi yang menyangkut tentang penampilan yang berupa pernyataan tentang kriteria untuk menentukan tingkat penguasan siswa terhadap standar isi. Dengan kata lain standar kompetensi mempunyai dua penapsiran.

a. Pernyataan tujuan yang menjelaskan apa yang harus diketahui siswa dan kemampuan melakukan sesuatu dalam mempelajari mata ajar tertentu.
b. Spesiikasi skor atau peringkat kerja yang berkaitan dengan katagori pencapaian seperti lulus atau tidak .
Dalam merumuskan standar kompetensi ,menggunakan kata kerja yang operasional atau tidak operasional sesuai dengan karakteristik mata ajar serta cakupan materinya. Kata kerja operasional di gunakan untuk menafsirkan , menganalisis , mengevaluasi, membandingkan , mendiagnostik , mendemonstrasikan dan lainnya. Sedangkan kata kerja tidak operasional digunakan untuk mengetahui dan memahami.
Standar kompetensi ditinjau dari cakupannya dan kata kerjanya masih bersipat umum sehingga perlu dijabarkan menjadi sejumlah kompetensi dasar , dimana istilah ini sering disebut dengan kemampuan minimal.

2. Pengertian kompetensi dasar

Kompetensi dasar merupakan perincian dan penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi. Kompetensi dasar adalah pengetahuan , sikap dan ketrampilan minimal yang harus dikuasai peserta didik untuk menunjukan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Untuk memperoleh perincian tersebut kita perlu melakukan analisis standar kompetensi. Caranya dengan jalan mengajukan pertanyaan kemampuan dasar apa saja yang harus dikuasai siswa untuk mencapai standar kompetensi.
Sama dengan standar kompetensi, kompetensi dasar disusun menggunakan kata kerja operasional yaitu kata kerja yang dapat diamati dan di ukur misalnya, membandingkan, menghitung , menyusun , memproduksi dan lainnya.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran tercantum dalam standar isi, dianalisis dan dikaji dengan memperhatikan hal – hal sbb:
a. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan atau tingkat kesulitan materi
b. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran tertentu.
c. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran

Mengurutkan kompetensi dasar sama dengan mengurutkan standar kompetensi yaitu dengan menggunakan pendekatan prosedural , pendekatan hirarkies dari yang mudah ke yang sulit atau dari konkrit ke abstrak.
Pendekatan prosedural dapat digunakan apabila apabila standar kompetensi yang diajarkan berupa urutan langkah – langkah secara urut dalam mengerjakan suatu tugas pembelajaran.
Pendekatan hirarkies menunjukan hubungan yang bersifat berjenjang antar standar kompetensi yang ingin dicapai. Ada yang mendahului dan ada yang kemudian , standar kompetensi mendahului merupakan prasyarat bagi pencapaian standar kompetensi berikutnya.
Pendekatan berjala merupakan salah satu pendekatan terpadu dalam menyajikan topik dari bebrapa mata pelajaran yang relevan disajikan secara terpadu atau teintegrasi dengan menggunakan satu tema sebagai titik sentral.


3. Pengertian indikator

Indikator merupakan tanda – tanda yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran atau kompetensi dasar. Indikator dirumuskan dengan kata kerja opersional yang bisa diukur dan akan memudahkan alam instrumen penilaianya . indikator pencapaian hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai tanda yang menunjukan terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik. Tanda tersebut lebih spesifik dan dapat diamati dalam diri peserta didik jika serangkaian indikator hasil belajar sudah nampak pada diri peserta didik , maka target kompetensi dasar tersebut sudah tercapai.
Menurut Bloom, indikator diklasifikasikan menjadi tiga kawasan yaitu
a. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan pengethuan dan kemampuan intelektual.
b. Domain afektif yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan perubahan sikap , nilai dan perasaan.
c. Domain psikomotorik yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak.

a. Bloom juga mengklasifikasikan domain kognitif menjadi 6 tingkatan
a. Pengetahuan, didifinisikan sebagai ingatan terhadap materi atau bahan yang telah dipelajari sebelumnya. Ini mencakuo mengingat semua hal dari fakta yang sangat khusus sampai pada materi yang sangat kompleks. Pengetahuan merupakan belajar yang sangat rendah tingkatannya.
b. Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyerap art materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman dapat ditunjukan dengan menerjemahkan materi dari satu bentuk ke bentuk yang lain( dari kata ke angka) , meninterprestasikan materi( meringkas, menjelaskan dan meramalkan).pemahamanan satu tingkat lebih tinggi diatas pengetahuan.
c. Aplikasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari dalam situasi konkret yang baru. Ini mencakup penggunaan dari peraturan , metode , konsep ,hukum dan teori. Hasil belajar dalam aplikasi memerlukan pengertian yang lebih tinggi dari pemahaman.
d. Analisis dimaksudkan sebagai kemampuan untuk menguraikan sesuatu materi atau bahan ke dalam bagian – bagiannya sehingga struktur organisasinya dapat dipahami. Kemampuan ini mencakup identifkasi analisis hubungan antar bagian dan pengenalan prinsip – prinsip organisasi yang digunakan . hasil belajar pada analisis lebih lanjut menunjukan tingkat intelektual yang tinggi dari pada pemahaman dan aplikasi karena hasil belajar ini menhendaki pengertian dari isi dalam bentuk struktur dari materi.
e. Sintesis dimaksudkan sebagai kemampuan untuk menggabungkan bagian – bagian dalam bentuk keseluruhan yang baru. Hasil belajar pada sintesis ditekankan pada tingkah laku yang kreatif dengan penekanan utama pada formulasi pola dan struktur yang baru.
f. Evaluasi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk mempertimbangkan nilai suatu materi untuk tujuan yang telah ditentukan. Hasil belajar dalam bentuk evaluasi adalah yang tertinggi dalam hirarki kognitif karena hasil belajar ini mengandung makna dari domain yang lain.

b. Klasifikasi domain afektif ( kratwohl,1964)
Klasiikasi afektif menurut kratwohl, Bloom dan Masia meliputi indikator yang berkenaan dengan minat , sikap dan nilai serta pengembangan penghargaan dan penyesuaian diri. Kawasan ini dibagi menjadi lima jenjang yaitu; penerimaan , pemberian respon , pemberian nilai atau penghargaan , penorganisasian dan karakteristik, secara singkat akan di uraikan sbb:
a. Penerimaan, meliputi kesadaran akan adanya suatu sistem nilai, ingin menerima nilai dan memperhatikan nilai tersebut.
b. Pemberian respon meliputi sikap ingin merespon terhadap sistem , puas dalam memberi respon.
c. Penilaian meliputi penerimaan terhadap suatu sistem nilai, memilih sistem nilai yang dikuasai dan memberikan komitmen untuk menggunakan sistem nilai tertentu.
d. Pengorganisasian meliputi memilah dan menghimpun sistem yang akan digunakan.
e. Karakteristik merupakan prilaku secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai yang diorganisasikan

c. Klasifikasi psikomotorik
Klasifikasi domain psikomotorik adalah kemampuan yang meliputi keahlian menampilkan gerakan – gerakan kompleks secara efisien. Ketrampilan itu diproleh dengan berlatih. Kebutuhan intensitas latihan itu tergantung pada kekomplekan gerakan dan tuntutan terhadap tingkat kesempurnaan gerakan tersebut. Penilaian terhadap kesempurnaan tersebut dilihat dari isi ketepatan , ketelitian ,kecepatan, efisiensi, kehalusan, dan keindahan. Domain psikomotorik meliputi tingkatan peniruan, manipulasi, artikulasi, dan pengalamiahan.

4. Syarat – syarat penyusunan tujuan pembelajaran

Sebagai mana yang dipaparkan diatas bahwa indikator harus dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa di ukur agar memberikan kemudahan dalam membuat instrumen penilaiannya. Karena itu indikator harus mengandung unsur – unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun tes agar dia dapat mengembangkan tes yang benar – benar dapat mengukur prilaku yang terdapat di dalamnya.
Bila indikator telah dirumuskan langkah berikutnya menyusun tujuan pembelajaran. Unsur dalam penyusunannya adalah ABCD yang berasal dari empat kata sbb:
 A = audience adalah siswa yang akan belajar. Misalnya , siswa kelas 1
 B = behavior adalah prilaku yang spesifik yang dimunculkan oleh siswa setelah proses pembelajaran. Prilaku ini terdiri dari dua bagian penting yakni kata kerja dan objek. Kata kerja menunjukan bagaimana siswa mendemonstrasikan sesuatu seperti menjelaskan , menggunakan, menyebutkan dan lain – lain.
 C = condition adalah batasan yang dikenakan kepada mahasiswa atau alat yang digunakan mahasiswa pada saat dia dites, bukan pada saat dia belajar.
 D = degree adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai prilaku tersebut. Keberhasilan ditunjukan dengan batas minimal yang harus dicapai dari penampilan suatu prilaku yang dapat diterima.
Prinsip yang serupa digunakan dalam sistem belajar tuntas yaitu sistem yang memperkenankan siswa maju ke bagian berikutnya apabila telah menguasai bagian yang sebelumnya.
Untuk menentukan batas minimal tidak ada rumus yang digunakan , tetapi sangat penting suatu prilaku harus dipertimbangkan dengan matang oleh perencanaan pembelajaran atas dasar kedudukan prilaku tersebut.

Disusun oleh : I Made Suparsa/ 5315077616